Minggu, 22 Juni 2014

PENDAKIAN GUNUNG SUMBING 1

Pendakian gunung Sumbing sendiri ane laksanakan pada tanggal 30 November-1 Desember 2013 bersama dengan teman-teman dari Jogjakarta. Sebelum ane bercerita lebih lanjut, ane mau memberi sedikit gambaran mengenai Gunung Sumbing sob.
Gunung Sumbing terletak di wilayah Kabupaten Temanggung dan Wonosobo dan memiliki ketinggian 3.371 mdpl. Gunung ini berhadapan langsung dengan gunung Sindoro (atau bisa di sebut dengan Gunung Sundoro) sehingga kedua gunung ini juga di kenal dengan Gunung kembar. Banyak jalur yang dapat digunakan untuk sampai di puncak gunung, dia antaranya Jalur Cepit, Garung, jambu, dll.
Jadi waktu itu ada temen ane bernama Rifai bersama dengan teman-temannya merencanakan pendakian ke Gunung Sumbing, sehubungan ane pun hobi dalam pendakian gunung, gabunglah ane ke dalam kelompok tersebut. Setelah persiapan segala macam peralatan pendakian dan fisik, jatuhlah pada tanggal 29 November 2013 akhirnya ane jadi gabung dalam pendakian Gunung Sumbing. Dalam rencana awal berangkat Pukul sore hari, namun akhirnya molor berangkat pada pukul 8 malam (maklum waktu Indonesia sob, hehe).
Singkat cerita, berangkatlah ane bersama 8 teman ane yaitu Rifai, Nove, mas Fandi, eksan, wawan, mbak candra, syabib dan seorang temannya menuju ke basecamp Gunung Sumbing. Ane bersama dengan kuda hijau ane dari jogja menyusuri jalan Jogja-Magelang dan Magelang-Temanggung sampailah kita di Basecamp pendakian Gunung Sumbing pada pukul setengah 11 malam. Tetapi tau nggak teman-teman bahwa setelah sampai sana, basecamp nya ternyata sudah tutup, gubrakkkk. Jadi, alternatif kedua bahwa kita tidur di masjid dekat basecamp. Malam itu ada seorang teman ane yang merayakan ulang tahun ketika itu, yaitu Nove. suasana malam itu semakin hidup dengan adanya perayaan ulang tahun teman ane. Di masjid itu kita saling bernostalgia bersama, teman ane bercerita kejadian ini persis seperti yang pernah di alami oleh mereka (Rifai, Wawan, dan mas Fandi), ane hanya tertawa kecil (habis, kalau tertawa besar seperti apa yaw??? hahaha). Hari semakin malam, dan ane pun segera menuju ke Pulau Kapuk sob karena sudah ngantuk sekali, tidak terasa hari sudah pagi dan suasananya cukup dingin sekali serasa malas untuk bangun tidur. Sehubungan ada keinginan kuat untuk segera ke puncak sana, ane akhirnya segera bangun dan berkemas-kemas untuk selanjutnya segera melakukan pendakian. Tepat pada pukul 7 pagi, ane bersama dengan teman-teman segera melakukan pendakian ke Gunung Sumbing yang sebelumnya telah memberesakan masalah administrasi.
Sebelum kita mulai berjalan, tak lupa untuk eksis dahulu di depan basecamp pendakian. Fotonya aja kayak foto keluarga sob, hehe


Puas berfoto, kita segera memulai pendakian. Jalur yang kita lewati adalah Jalur Garung, karena jalur ini yang paling sering digunakan oleh para pendaki dari berbagai daerah. Beranjak dari basecamp ane pertama-tama melewati jalan yang beraspal karena masih berada di perkampungan penduduk.


Berada di perkampungan penduduk, ada sebuah perempatan. Ane berbelok ke kanan sampai mentok dan kemudian berbelok ke kiri. Sebenarnya ada dua alternatif jalur yang bisa di gunakan. Jalur lama melalui puggungan bukit sebelah kiri dan jalur baru melalui punggungan bukit sebelah kanan. Jalur baru lah yang menjadi pilihan kita, karena jalur ini lebih mudah di lewati dibandingkan lewat jalur lama. Oke lanjut cerita di sini kita melewati sebuah jembatan kecil dan lurus terus, ew ternyata kita sudah keluar dari pemukiman tow. Trek yang kita lalui masih landai dan kini ganti dengan perkebunan penduduk. Di perkebunan penduduk banyak persimpangan lo sob, jadi kalau kita tidak hati-hati, bisa tersesat. Trek yang kita lalui sudah benar lurus ke depan dan sampailah kita di tempat yang sejuk di bawah pohon pinus entah itu pos 1 atau bukan, tetapi teman ane bilang itu bukan pos 1 dan masih jauh lagi untuk sampai ke Pos 1. Mendengar kata demikian, ane jadi lemas dah. Masa bodoh, yang penting istirahat dahulu


Kok dalam foto orangnya menjadi banyak ya sob, jangan-jangan se se se se !!! hus, jangan asal nebak. Nah itu asyiknya mendaki sob, tambah teman dan walaupun baru bertemu, rasa kekeluargaan itu sudah ada. Jadi dalam pendakian ke Gunung Sumbing ini kita bertambah teman banyak. Asyik kan???
Sudah beristirahat, perjalanan kita lanjutkan kembali dan trek yang kita lalui masih terbilang landai. Sekitar 3/4 jam berselang, kita sudah sampai di sungai, dan itu pertanda beberapa menit lagi kita akan sampai di Pos 1. Sayang pada waktu itu air sungai nya nggak terlalu deras, coba kalau deras tentulah ane bisa langsung mandi, hehe.


Nah beberapa menit dari sungai ini, akhirnya kita sampailah di Pos 1 Bosweisen. 


Waktu yang kita butuhkan untuk sampai di Pos 1 dari basecamp sekitar 2,5 jam. Di pos 1 ini, kita beristirahat dahulu, soalnya cukup menguras tenaga juga sob walaupun terk yang kita lalui masih tergolong landai dan enak. 20 menit waktu istirahat telah usai dan kita lanjutkan lagi perjalanan selanjutnya. Menuju pos 2, kita melewati jalur yang lebih menanjak. Hutan yang kita lalui masih lebat dan 1,5 jam berselang dari Pos 1 kita pun sampai di pos 2. Letak pos ini agak tersembunyi dan di pos ini terdapat sebuah bangunan pos yang terbuat dari kayu lo sob, sehingga jika pendaki ingin bermalam di sini pun bisa. Di pos ini kita istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan dengan trek yang lebih ekstrim lagi. Buah salak bersama supermi dan makanan ringan kita makan bersama-sama guna menambah energi.
Beranjak dari pos 2, kita lanjutkan perjalanan menuju pos 3 yaitu Pestan. Di tengah jalan beberapa menit dari pos 3, kita menemukan sebuah in memorian dan bertuliskan Tri Antono yang terletak di bawah pohon besar di kanan jalur.


Dari sini, trek yang kita lalui semakin menanjak dan pepohonan semakin sedikit sehingga terasa gersang. Tanah berwarna merah nan kering. Namun pemandangan semakin indah untuk di lihat dengan latar belakang gunung Sindoro yang nampak gagah dan menantang untuk di daki.


Jalur yang kita daki terus menanjak hingga Pos 3 yang biasa di sebut dengan Pestan. Pada pukul setengah 3 sore, akhirnya kami sampai juga di Pos 3 ini. Di sini terjadinya pertemuan antara jalur baru dengan jalur lama. Di sinilah kita mendirikan tenda untuk bermalam. Kawasan ini sebenarnya kawasan yang terbuka yang mana angin akan langsung menerjang kita tanpa terhalang oleh apapun. Setelah istirahat sebentar, kita segera mendirikan tenda dan memasak untuk mengisi perut kita yang sudah keroncongan.


Memang benar apa kata teman ane Rifai bahwa pemandangan di sini sangat indah dan cantik sekali. Mulai
Samudera awan yang seolah-olah kita berada di atas negeri awan,

Punggungan bukit yang nantinya akan kita lewati,

dan keeksotisan sunset di waktu senja

Hari senja menjelang malam. Canda tawa sambil memasak menambah rasa kekeluargaan kita. Tidak ketinggalan di samping itu ada yang bermain poker menambah suasana menjadi hidup. Tidak terasa masakan kita pun akhirnya masak juga. Teng teng menu malam ini adalah nasi, Sop bakso di campur jamur dan hijauan serta di tambah bumbu-bumbu yang lengkap menambah gizi dalam tubuh. Ikan laut bakar pun tersedia di sini, walaupun kita dalam keadaan mendaki, namun gizi tidak boleh dilupakan sob, hehe.


Makan sudah dan perut menjadi kenyang, lalu kita semuanya memutuskan untuk beristirahat guna mempersiapkan summit ke puncak esok hari. Ambil sleeping bag langsung dah tidur. nggor-nggor, suara ngorok semua, hahaha
Pagi itu tanggal 1 Desember 2013 telah datang, namun jadwal summit tidak sesuai dengan rencana. Awalnya pendakian ke puncak di targetkan pukul 2 pagi, namun akhirnya pendakian jadinya pukul 3 pagi. Oke, tidak apa-apa yang penting adalah sampai pada puncaknya saja sudah bagus.
Beberapa menit dari pos 3 ini, kita akhirnya sampai di kawasan pasar watu. Di sebut dengan pasar watu karena banyak terdapat watu-watu besar yang berserakan di sini sob. Perjalanan kita lanjutkan dengan turun ke arah kiri dan hah, kita menemui sebuah tebing yang cukup curam. Mau tidak mau tebing tersebut harus kita lewati. Berhasil kita lewati, jalan memutar ke kanan mengitari bukit yang baru saja kita lewati. Jalan terus menanjak hingga di Watu kotak. Perjalanan yang kita butuhkan untuk sampai di watu kotak dari pos 3 adalah 2 jam sob, jadi pukul 5 pagi kita sudah sampai di Watu Kotak. Disebut demikian mungkin ada sebuah batu besar yang terletak di kanan jalur dengan ketinggian kurang lebih sekitar 20 meter.


Foto di watu kotak dengan background Gunung Sindoro

Beranjak dari Watu kotak, trek yang kita lalui semakin curam. Beberapa saat setelah jalan, lalu istirahat dan seterusnya hingga sekitar 20 menit dari puncak.


Jalan terus kita lanjutkan dan tidak lama kemudian sampailah kita di puncak Gunung Sumbing

Berkibarlah benderaku di ketinggian 3.371 mdpl

Untuk mengetahui Pemandangan di Puncak lebih lanjut, selanjutnya dapat sobat baca di PENDAKIAN GUNUNG SUMBING 2, lets go!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TENTANG ANE

Anis SobatAnis Sobat
Hello, My Name Is Anis Hidayah. I am no Drinking,Drug, Smoking, and Free sex. But yes Travelling, Touring, Mountaineering, visit the new site and meet by new people. Enjoy my life with my way myself. That's about me